> anak-anak adalah murid yang sangat peka terhadap perubahan emosi.
a. merasakan perasaan sendiri & bagaimana orang lain menanggapi perasaan kita.
b. bagaimana berpikir mengenai perasaan kita & bagaimana kita memilih untuk merespon sesuatu.
c. belajar untuk membaca dan mengungkapkan harapan dan rasa takut.
> Pelajaran emosi tak hanya dipelajari melalui hal-hal yang diungkapkan, tetapi bisa melalui contoh yang diberikan ketika menangani perasaan anak-anak atau cara orangtua merespon ke pasangan.
> Faktanya: ada orang tua yang berbakat sebagai guru emosi, ada yang tidak.
> Daniel Goleman mengungkapkan jika banyak penelitian yang menunjukkan cara orangtua memperlakukan anak-anaknya baik disiplin yang keras/pemahaman empati, menunjukkan ketidakpedulian orang tua/kehangatan, akan berakibat mendalam bagi kehidupan emosional anak.
> Tiga gaya mendidik anak yang tidak efisien secara emosional:
1. Mengabaikan perasaan.
Orang tua meremehkan emosional anak sebagai gangguan/hal kecil.
2. Terlalu membebaskan.
Orang tua peka pada perasaan anak, namun mereka mencoba menenangkan perasaan anak -marah/sedih/kecewa- dengan menggunakan tawar menawar suap agar anak berhenti bersedih/marah.
3. Menghina tidak menunjukkan penghargaan terhadap perasaan anak.
Orang tua biasanya mencela, mengecam, & menghukum keras anak mereka.
Orang tua yang berteriak dengan marah saat anak mencoba menyampaikan alasannya, "jangan marah!".
> Orang tua yang efisien adalah
Orang tua yang memanfaatkan situasi kemarahan anak dengan bertindak sebagai guru di bidang emosi.
> Orang tua type ini menanggapi perasaan anak dengan serius & berusaha untuk memahami apa yang dirasakan oleh anak & menolong anak menemukan cara positive untuk menenangkan perasaan.
> Misal, jika seorang anak sedang marah,orang tua bertanya apa yang membuat anak mereka marah "apakah kamu marah karena sakit hati pada Andrew?", "daripada kamu memukul Andrew lebih baik kamu bermain sendiri hingga kamu ingin bermain dengannya lagi".
> Adapun untuk menjadi orang tua yang peka pada perasaan anak maka orang tua bisa membedakan perasaannya sendiri/mengetahui penyebab hadirnya perasaan tersebut & menanganinya.
> Misal, ketika seorang ayah tidak merasakan kesedihannya sendiri & tidak mengetahui penyebab kesedihannya, apakah sedih karena seseorang meninggal dunia, sedih karena menonton film, atau sedih karena anaknya terkena musibah.
> Selain itu, kecerdasan emosional bisa diasah melalui lingkungan, teman-teman sekitar.
> Misalnya,
a. Belajar bagaimana mengenali perasaan.
b. Mengelola perasaan.
c. Memanfaatkan perasaan dengan berempati.
d. Menangani perasaan perasaan yang muncul dalam hubungan mereka.